Wahyu Restu. Diberdayakan oleh Blogger.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Recent Posts


Kamis, 26 November 2015

Pengertian Folklore, Ciri-ciri Folklore, dan Bentuk-Bentuk Folklore


Selamat pagi! Semoga pada hari ini di beri keberkahan dan mungkin sobat pagi pagi sudah bangun dan mandi hehe :p kali ini Saya akan menjelaskan Pengertian dari Folklore, ciri Folklore, Bentuk-bentuk Folklore.

1. Folklore.

 Folklore di identikan dengan tradisi dan kesenian yang berkembang pada zaman sejarah dan telah menyatu dalam kehidupan masyarakat. Didalam masyarakat Indonesia, setiap daerah, kelompok, etnis, suku, bangsa, golongan, dan agama. Folklore ialah kebudayaan manusia (kolektif) yang diwariskan secara turun-menurun, baik dalam bentuk lisan maupun gerak isyarat.

  A. Ciri-Ciri Folklore.

 1). Folklore menjadi milik bersama dari kolektif tertentu. Hal ini disebabkan penciptanya yang pertama sudah tidak di ketahui lagi sehingga setiap anggota yang bersangkutan merasa memilikinya.
 2). Penyebaran dan pewarisannya di lakukan secara lisan, yakni dengan tutur kata atau gerak isyarat.
 3). Folklore bersifat anonym, artinya penciptanya tidak di ketahui.
 4). Folklore hadir dalam hadir dalam versi-versi bahkan variasi yang berbeda. Hal ini di sebabkan oleh cara penyebarannya secara lisan sehingga mudah mengalmi perubahan.
 5). Folklore bersifat tradisional, yakni disebarkan dala bentuk relative tetap atau standar.

 B. Bentuk-Bentuk Folklore.

  1). Folklore lisan

 Folklore lisan adalah folklore yang bentuknya murni secara lisan, yang terdiri :
      A. Puisi rakyat, misalnya pantun.
      B. Pertanyaan tradisional seperti Teka-Teki.
      C. Bahasa rakyat seperti Logat Bahasa.
      D. Ungkapan tradisional, seperti pribahasa/Pepatah.
      E. Cerita prosa rakyat, misalnya Mite, Legenda, dan Dongeng.

 2). Folklore sebagai lisan

  Folklore sebagai lisan Adalah folklore yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan unsur bukan lisan, seperti: kepercayaan rakyat/tahayul.  

3). Folklore Bukan lisan (non verbal folklore)

 Folklore Bukan lisan (non verbal folklore)Adalah folklore yang bentuknya bukan lisan walaupun cara pembuatannya di ajarkan secara lisan, Contoh: arsitektur rakyat.

 Oke, terimakasih telah membaca artikel dari Saya, bila ada sebuah kesalahan dalam kata-kata mohon maaf.

0 komentar:

Posting Komentar